Sab. Sep 26th, 2020

defending press freedom

Usut Tuntas Pelaku Peretasan Tempo

2 min read

Siaran Pers

Situs berita Tempo mendapat serangan digital dari pihak tidak dikenal pada Jumat dini hari tanggal 21 Agustus 2020. Berdasarkan kronologi dari situs resmi tempo.co, serangan yang didapatkan adalah pengambilalihan penguasaan situs tanpa sepengetahuan Tempo. Selama situs diambil alih, tampilan halaman menjadi warna hitam, terdapat iringan lagu gugur bunga selama 15 menit dan di dalamnya terdapat tulisan “Stop Hoax, Jangan BOHONGI Rakyat Indonesia, Kembali ke etika jurnalistik yang benar patuhi dewan pers. Jangan berdasarkan ORANG yang BAYAR saja. Deface By @xdigeeembok.”

Serangan digital yang ditujukan kepada Tempo tersebut, kembali menambah daftar panjang kasus – kasus peretasan yang terjadi akhir – akhir ini. Serangan dengan pola serupa juga kerap kali menyerang pihak – pihak yang kritis dan tidak takut menyuarakan pendapatnya. Kejadian ini adalah sebuah bentuk gangguan nyata serta pembungkaman, khususnya kepada pihak pers dalam menjalankan fungsinya sebagai media informasi dan kontrol sosial.

Untuk tetap menjaga semangat negara hukum dan demokrasi, pers menjadi salah satu elemen yang sangat penting di dalamnya. Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) juga telah menjamin kemerdekaan setiap orang termasuk pers untuk mengolah dan menyampaikan informasi, sehingga segala macam bentuk gangguan dan pembungkaman haruslah ditindak tegas.

Serangan digital dan peretasan yang dilakukan kepada situs resmi Tempo merupakan bentuk nyata upaya menghambat dan menghalangi kemerdekaan pers. Undang – Undang No. 40 Tahun 1999 Tentang Pers (UU Pers) pasal 18 ayat (1) telah menegaskan bahwa setiap orang yang menghalangi dan menghalangi kemerdekaan pers maka diancam dengan pidana penjara maksimal 2 tahun atau denda 500 juta rupiah.

Untuk itu kami Lembaga Bantuan Hukum Pers dengan ini:
1. Menyatakan dukungan kepada media Tempo untuk tetap melaksanakan tugas dan fungsi pers sebagaimana telah diamanatkan dan dijamin perlindungannya oleh UUD 1945 dan UU Pers
2. Mengecam tindakan penyerangan digital dan peretasan yang dilakukan pihak yang tidak bertanggungjawab kepada situs Tempo
3. Mendesak pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk segera mengusut tuntas serangan digital dan peretasan yang dialami oleh Tempo
4. Mendesak pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk segera mengusut tuntas kasus – kasus serangan digital dan peretasan yang dialami korban – korban sebelumnya
5. Menghimbau kepada masyarakat ataupun para pihak lain yang merasa dirugikan dengan pemberitaan tersebut, agar menggunakan mekanisme hak jawab atau Pengaduan langsung ke Dewan Pers. Sebagaimana yg telah disyaratkan di dalam UU Pers.

Jakarta, 21 Agustus 2020

Hormat kami Lembaga Bantuan Hukum Pers

Narahubung : Hotline LBH Pers (+62 821-4688-8873)

Tinggalkan Balasan