Sab. Nov 27th, 2021

[Siaran Pers] LBH Pers Kirimkan Amicus Curiae untuk Perkara Kekerasan Kepada Nurhadi Jurnalis Tempo

2 min read

Selasa, 3 November 2021, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mengirimkan Amicus Curiae (Sahabat Pengadilan) kepada Pengadilan Negeri Surabaya untuk perkara nomor: 1917/Pid.Sus/2021/PN Sby terkait kasus dugaan penganiayaan kepada Nurhadi selaku Jurnalis Tempo yang sedang menjalankan kerja – kerja pers.

Perkara bermula pada hari Sabtu, 27 Maret 2021 ketika Nurhadi ditugaskan untuk melakukan wawancara doorstop di gedung Graha Samudra Bumimoro (GSB) terhadap Angin Prayitno Aji sebagai mantan pejabat Ditjen Pajak Kementerian Keuangan RI. Berdasarkan pernyataan para saksi dan korban sendiri, dalam upayanya melakukan wawancara tersebut, Nurhadi tidak berhasil menemui pihak yang hendak diwawancara, ia malah dihalangi oleh beberapa orang dan dibawa keluar gedung.

Nurhadi dipukuli, dikeroyok, ditendang, dijambak rambutnya, diintimidasi, dipaksa untuk menghapus dokumen untuk keperluan berita dan diancam hendak disetrum. Pada saat penganiayaan tersebut terjadi, didapati sejumlah orang berpakaian jas dan diantaranya adalah Para Terdakwa. Nurhadi juga dipaksa untuk menerima uang sebesar Rp. 600.000,-.

Berdasarkan surat keterangan dari saksi, dan korban, kekerasan dan intimidasi tidak berhenti sampai disitu. Nurhadi dibawa ke Hotel dan disekap. Selama disekap, Nurhadi dipaksa untuk menghubungi sejumlah pihak dari Tempo agar berita yang diliputnya tidak naik.

Kekerasan, intimidasi dan penyekapan yang dialami Nurhadi, menambah deretan panjang kekerasan terhadap Jurnalis yang dilakukan Aparat Penegak Hukum. Berdasarkan pemantauan yang dilakukan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers selama 5 tahun terakhir, setidaknya terdapat 413 kasus kekerasan terhadap Jurnalis yang sedang melakukan kerja – kerja pers. Tahun 2020 menjadi tahun dengan jumlah kekerasan terbanyak sepanjang LBH Pers melakukan monitoring, yaitu sebanyak 117 kasus.

Kasus kekerasan ini juga seharusnya tidak hanya dipandang sebagai sebuah tindak pidana penganiayaan saja, namun juga sebagai bentuk upaya menghambat dan menghalangi upaya kerja – kerja jurnalistik. Kebebasan pers menjadi salah satu elemen penting dalam sebuah negara demokrasi, mengingat salah satu perannya sebagai kontrol sosial. Untuk itu segala bentuk upaya penghalang – halangan dari kerja – kerja jurnalistik harus ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kasus kekerasan dengan Terdakwa yang merupakan oknum dari lembaga Kepolisian RI juga harus menjadi cerminan akan urgensi percepatan reformasi di tubuh Kepolisian RI. Mengingat berbagai rentetan kritik kepada Kepolisian RI yang disampaikan dari publik akhir – akhir ini membuat perlunya penegakan hukum yang seadil adilnya pada kasus ini agar ke depannya permasalahan serupa tidak terulang kembali.

Majelis Hakim yang mengadili perkara ini perlu hati – hati, dengan mempertimbangkan segala hal – hal yang terungkap dan disampaikan dalam persidangan. Untuk itu besar harapan LBH Pers melalui Amicus Curiae ini sebagai salah satu pertimbangan Majelis Hakim guna memastikan tercapai keputusan yang telah memenuhi rasa keadilan serta sesuai dengan ketentuan hukum.

Jakarta, 3 November 2021
Lembaga Bantuan Hukum Pers
Nomor Hotline: 082146888873


Unduh Amicus Curiae perkara nomor: 1917/Pid.Sus/2021/PN Sby terkait kasus dugaan penganiayaan kepada Nurhadi [di sini]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *