Sab. Jul 11th, 2020

defending press freedom

Pentingnya Perlindungan Pembela Kebebasan Beragama

2 min read

Pengantar Publikasi

Hak kebebasan beragama telah diakui sebagai hak yang mendasar bagi setiap orang, begitupun dengan warga negara Indonesia. Konstitusi dan Undang-Undang menjamin hak kebebasan beragama bagi tiap-tiap orang.

Namun hak tersebut tidak begitu saja mudah dinikmati. Beragam peristiwa kekerasan dan intoleransi masih sering kita jumpai dalam kehidupan seharihari. Intoleransi merupakan sebuah praktik buruk terhadap penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak atas kebebasan beragama, berkeyakinan, serta berekspresi. Pelanggaran demi pelanggaran terus terjadi tanpa ada upaya nyata untuk mengatasinya.

Di beberapa daerah saat ini masih saja terjadi praktik atau perilaku yang menyerang kelompok minoritas baik secara individu maupun kelompok dengan menggunakan kekerasan, intimidasi, upaya kriminalisasi terhadap orang yang dianggap menistakan agama. Gambaran besar polanya adalah mengintimidasi atau bahkan tidak segan-segan melakukan kekerasan kepada siapa saja yang berbeda.

Bukan hanya kelompok minoritas yang menjadi target kekerasan dan intoleransi, tetapi juga para pembela kebebasan beragama, seperti di antaranya adalah advokat dan aktivis yang sedang melakukan advokasi kebebasan beragama dan jurnalis atau media yang secara khusus mengangkat isu intoleransi dan kebebasan beragama ke permukaan. Tindakan kekerasan kepada jurnalis, aktivis, dan advokat setidaknya disebabkan karena dua hal.

Pertama, adanya tindakan agresif dari luar dirinya sendiri. Kedua, karena jurnalis, aktivis, dan advokat tidak menyadari tentang risiko dan keamanan saat melakukan advokasi isu kebebasan beragama. Guna merespons hal tersebut, LBH Pers bersama Internews membuat sebuah panduan penanganan pelecehan, intimidasi dan kekerasan bagi advokat, jurnalis dan aktivis pembela kebebasan beragama.

Panduan ini dibuat untuk meminimalisir risiko seperti mencegah terjadinya tindakan yang tidak diinginkan, merespons tindakan yang terjadi, dan menanggulangi ketika kejadian yang tidak diinginkan terjadi. Kami LBH Pers mengucapkan terima kasih kepada Internews dan Roni Saputra sebagai peneliti dan narasumber yang telah mendukung terbitnya buku panduan ini. Panduan ini bukanlah jaminan keselamatan, tetapi kami berharap buku ini dapat membantu untuk meningkatkan perlindungan dan keselamatan para pembela kebebasan beragama.

Penulis
Ade Wahyudin Direktur Eksekutif LBH Pers

Untuk mendapatkan e-book “Panduan Penanganan Pelecehan, Intimidasi dan Kekerasan (bagi Jurnalis, Aktivis dan Advokat Pembela Kebebasan Beragama) ” silakan klik link di sini

Tinggalkan Balasan