Sen. Apr 19th, 2021

defending press freedom

Pemidanaan GA dan Masifnya Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik

3 min read

Siaran Pers

Jakarta, 29 Desember 2020, – GA menjadi sorotan setelah dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya atas dugaan kasus video pornografi yang beredar di media sosial. Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers mengingatkan kepada pihak Kepolisian bahwasalnya dalam muatan pasal 4 ayat (1) UU Pornografi sebagai pasal yang disangkakan, tidak dapat diberlakukan jika pihak – pihak yang ada dalam video tersebut tidak menghendaki penyebaran video dan hanya diperuntukan untuk kepentingan pribadi. Selanjutnya dalam pasal 6 UU Pornografi juga mengecualikan kepemilikan dan penyimpanan sebagai sebuah tindak pidana selama diperuntukan hanya untuk dirinya sendiri dan kepentingan sendiri. Sehingga jika dalam proses penyidikan didapati bahwa pihak – pihak dalam video tersebut bukanlah pihak yang menyebarluaskan, maka penyidikan yang ditujukan kepada pihak tersebut harus dihentikan.

Selanjutnya LBH Pers juga telah melakukan monitoring kepada media – media yang memberitakan kasus ini. LBH Pers menemukan banyaknya pemberitaan yang tidak sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan cenderung mengeksploitasi secara berlebihan kepada GA.

Pasal 1 Kode Etik Jurnalistik telah tegas bahwasalnya setiap Wartawan memiliki kewajiban untuk bersikap secara independen, berimbang dan tidak beritikad buruk. Sehingga pemberitaan yang dilakukan media harus memperhatikan hal tersebut agar tidak memunculkan dan melanggengkan stigma terhadap GA berupa blaming dan shamming di masyarakat, seolah-olah GA merupakan pelaku utama dari kasus tersebut. Selain itu, didapati juga beberapa berita yang sifatnya seksis dengan menuliskan kata – kata seperti “Video Syur” dengan memuat potongan gambar video yang telah beredar tersebut. Ditemukan banyak pemberitaan – pemberitaan yang dilakukan tanpa mempertimbangkan sensitifitas gender dan cenderung mengeksploitasi GA secara personal. Selain itu pemberitaan dengan tidak dilakukan sesuai dengan ketentuan Kode Etik Jurnalistik khawatirkan akan berimbas pada adanya potensi perundungan kepada orang – orang disekitarnya baik secara langsung maupun digital.

Selanjutnya LBH Pers juga mengingatkan kepada setiap Wartawan dan Media yang meliput kasus ini untuk memahami perannya sebagai penyalur informasi kepada masyarakat, sehingga tidak boleh terjebak pada pemberitaan yang dapat mengeksploitasi GA demi keuntungan ekonomi dan rating semata.

LBH Pers juga memandang pihak – pihak dalam video tersebut haruslah dipandang sebagai korban dan tetap menghormati asas praduga tidak bersalah. Sehingga Wartawan dan Media untuk tetap melindungi identitas korban sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Kode Etik Jurnalistik. Dalam Pasal 5 Kode Etik Jurnalisitk ditegaskan bahwa Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila. Di lain sisi LBH Pers banyak menemukan pemberitaan yang justru bertolak belakang dengan ketentuan tersebut, masih banyak ditemukan pemberitaan yang bersifat mengeksploitasi identitas korban.

Selain ketentuan Pasal 5 Kode Etik Jurnalisitik, dalam Pasal 28 G ayat (1) UUD 1945 juga telah menegaskan mengenai perlindungan hak setiap orang atas perlindungan data pribadi, kehormatan, dan perlindungan dari ancaman ketakutan.

Berdasarkan uraian tersebut, Lembaga Bantuan Hukum Pers mengingatkan untuk:
1. Pihak Kepolisian untuk melakukan penyidikan secara akuntabel, professional dan tetap meghormati hak – hak yang dimiliki korban dalam mengusut kasus ini
2. Dewan Pers untuk melakukan pengawasan kepada media massa yang berpotensi secara masif melakukan pelanggaran kode etik jurnalistik.
3. Pihak Media dan Wartwan untuk mematuhi ketentuan dalam Kode Etik Jurnalistik dalam meliput serta memberitakan kasus terkait dugaan video porno yang melibatkan GA dan Pihak Media juga Wartawan untuk melindungi identitas para pihak dan tidak memberitakan secara berlebihan hingga cenderung mengeksploitasi korban

Jakarta, 29 Desember 2020
Lembaga Bantuan Hukum Pers

Narahubung:
Mona Ervita (0821-4688-8873)

Tinggalkan Balasan