Jakarta, 23 Oktober 2025 – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers bersama Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menjalin kolaborasi strategis dengan Hukumonline. Kerja sama ini dalam rangka memperkuat kapasitas hukum dan profesionalisme ekosistem pers di Indonesia melalui teknologi AIlex, inovasi Generative AI di bidang hukum hasil pengembangan Hukumonline.
Kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk membantu kerja-kerja advokasi kemerdekaan pers dan kebebasan berekspresi di Indonesia. Selain itu kolaborasi ini memperluas akses terhadap sumber hukum yang kredibel dan memudahkan jurnalis maupun media memahami konteks regulasi yang kompleks. Teknologi seperti AIlex dapat menjadi alat bantu penting bagi jurnalis untuk memeriksa dasar hukum dari suatu kebijakan, menelusuri aturan secara cepat, dan memastikan pemberitaan tetap berpijak pada prinsip hukum dan etika jurnalistik.
Di tengah arus informasi yang begitu cepat, literasi hukum bagi jurnalis dalam menjalankan kerja-kerja jurnalistik menjadi hal yang sangat penting, AIlex diharapkan hadir memenuhi kebutuhan literasi hukum tersebut. Selain itu AIlex juga menjadi sangat penting dalam membantu kerja-kerja advokasi kebijakan serta membantu dalam distribusi informasi dan pengetahuan hukum ke publik.
LBH Pers menilai bahwa pemahaman hukum yang kuat di kalangan jurnalis dan media tidak hanya meningkatkan profesionalisme, tetapi juga menjadi bagian penting dalam melindungi kebebasan pers dan hak publik atas informasi. Di tengah meningkatnya ancaman kriminalisasi terhadap jurnalis serta disinformasi di ruang digital, kemampuan membaca dan menafsirkan regulasi menjadi kunci bagi media yang independen dan bertanggung jawab.
Kolaborasi ini bukan sekadar pemanfaatan teknologi, tapi bagaimana teknologi memperkuat kerja-kerja advokasi, riset, dan perlindungan terhadap kebebasan berekspresi. “LBH Pers menyambut baik kolaborasi ini. AIlex tentu dapat berdampak positif untuk mendukung proses advokasi yang kami lakukan dan harapannya dapat membantu pemenuhan kebutuhan hukum masyarakat secara lebih efisien,” kata Direktur Eksekutif LBH Pers, Mustafa.
Melalui sinergi dengan AMSI, AJI, dan Hukumonline, LBH Pers berkomitmen untuk terus mengembangkan literasi hukum di kalangan insan pers, termasuk melalui riset hukum, dan advokasi kebijakan dalam memperkuat perlindungan terhadap kerja-kerja jurnalistik.
Kolaborasi lintas sektor ini juga menjadi bukti bahwa teknologi hukum tidak hanya relevan bagi praktisi hukum, tetapi juga bagi mereka yang bekerja menjaga ruang publik tetap sehat dan demokratis.
LBH Pers menegaskan bahwa penguatan kapasitas hukum bagi media adalah bagian dari perjuangan panjang untuk memastikan pers yang bebas, kritis, dan terlindungi secara hukum.
Chief of Media and Engagement Officer Hukumonline, Amrie Hakim dalam penandatanganan kerja sama tersebut pada rangkaian Indonesia Digital Conference 2025 di Jakarta, menyebutkan pemahaman hukum yang kuat pada ekosistem pers akan berkontribusi besar dalam membangun ruang publik yang sehat.
“Semoga kolaborasi dengan AMSI, AJI, dan LBH Pers dapat memperkuat literasi hukum dalam ekosistem pers, sekaligus memperkuat kerja-kerja advokasi pekerja dan perusahaan pers di era AI.” tambah Amrie.