Rab. Des 2nd, 2020

defending press freedom

Panduan Advokasi Hukum Kebebasan Berekspresi, Berpendapat, dan Kebebasan atas Informasi untuk Pembela HAM Sektor Lingkungan

3 min read

Kata Pengantar

Oleh: Ade Wahyudin
(Direktur Eksekutif LBH Pers)

Kebebasan berekspresi, berpendapat dan memperoleh informasi merupakan bagian dari hak asasi manusia dan hak konstitusional yang dijamin oleh UUD Perlu perjuangan panjang agar hak kebebasan berekspresi dan memperoleh informasi menjadi bagian dari hak asasi manusia. Hak-hak tersebut juga merupakan hak dasar yang ketika tidak diberikan maka hak-hak lain akan berpotensi besar untuk terhambat.Kebebasan berekspresi, berpendapat dan memperoleh informasi dalam praktiknya memiliki jalan yang cukup berliku.

Tidak jarang kita mendengar puluhan bahkan ratusan orang terjerat pidana karena menyampaikan aspirasinya baik itu melalui medium internet, demonstrasi di jalan hingga jerat pada mereka yang menuangkan karya di buku akademik, penelitian bahkan berita di media massa. Pasal yang sering digunakan untuk menjerat pembela hak asasi manusia seperti pasal penghinaan, pencemaran nama baik, menyebarkan berita bohong dan pasal karet lainya.

Bahkan bukan hanya dalam pemidanaan, tapi kami juga temukan model seperti rekayasa kasus hingga ke gugatan perdata. Pola kasusnya beragam, namun secara umum bisa ditarik kesimpulan bahwa terjadi serangan balik kepada pembela hak asasi manusia.Buku panduan advokasi hukum ini dibuat untuk para pembela hak asasi manusia khususnya di sektor lingkungan hidup agar lebih memahami konsep dasar kebebasan berekspresi, berpendapat dan memperoleh informasi beserta bagaimana melakukan advokasi hukum ketika terjerat saat memperjuangkan hak tersebut.

Dengan mengetahui pola kasus yang ada dan langkah advokasinya, diharapkan para pembela hak asasi manusia di sektor lingkungan hidup bisa melakukan mitigasi terbaik sebelum terjerat persoalan hukum, atau jika sudah terjerat para pembela hak asasi manusia mengetahui langkah-langkah advokasi apa saja yang bisa dilakukan. Buku panduan ini disusun dalam enam bagian. Bagian satu berisikan tentang konsep dasar hak kebebasan berekspresi, berpendapat dan memperoleh informasi dan dipadukan dengan penjelasan tentang pembela hak asasi manusia di sektor lingkungan hidup.

Bagian kedua, berisikan tentang analisis pola dan contoh-contoh kasus yang berkaitan dengan kebebasan berekspresi dan hak atas informasi. Bagian ketiga, berisikan tentang strategi advokasi menghadapi kriminalisasi, rekayasa kasus, dan gugatan. Bagian keempat dan kelima menjelaskan tentang strategi advokasi litigasi dan nonlitigasi. Terakhir di bagian keenam merupakan penjelasan tentang strategi mengoptimalkan vilembaga nasional, regional, dan mekanisme internasional untuk menghadapi serangan hukum ke pembela hak asasi manusia di sektor lingkungan hidup.

Selanjutnya, saya atas nama Lembaga Bantuan Hukum Pers mengucapkan terimakasih kepada Alghiffari Aqsa dan Rizki Yudha sebagai penyusun buku panduan advokasi hukum ini, Bahtiar Rifai selaku editor, Aditya Megantara sebagai editor tata letak serta design buku dan rekan rekan tim LBH Pers yang selalu mendukung baik secara moril maupun materiel hingga buku ini diterbitkan dan bisa disebarkan kepada rekan-rekan pembela hak asasi manusia khususnya di sektor lingkungan hidup. Tidak ada harapan lain selain buku bisa berguna untuk menegakkan hak asasi manusia dan melindungi para pembela hak asasi manusia.


E-book Panduan Advokasi Hukum Kebebasan Berekspresi, Berpendapat, dan Kebebasan atas Informasi untuk Pembela HAM Sektor Lingkungan dapat diunduh di sini

 

Tinggalkan Balasan