Workshop Kebebasan Berekspresi di Internet untuk Advokat

Pendidikan Berkelanjutan Advokat

Workshop Kebebasan Berekspresi di Internet untuk Advokat

Pembelaan Advokat dalam membela kasus-kasus kebebasan berekspresi di internet menjadi bagian vital dalam memperjuangkan hak untuk berinternet. Oleh karena itu, pemahaman advokat terhadap isu kebebasan berinternet juga menjadi faktor penting dalam argumen membela klien yang hak atas kebebasan berkepresinya terlanggar. Oleh karena hal tersebut, LBH Pers melihat sangat penting bagi para advokat muda dan juga advokat magang untuk memahami tentang norma dasar kebebasan berekspresi berbasis dari kasus-kasus kebebasan berekspresi di internet.

Dengan dukungan American Bar Association Rule of Law Initiative (ABA Roli), Lembaga Bantuan Hukum Pers (LBH Pers) bekerjasama dengan Yayasan Satu Keadilan dan Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) telah sukses mengadakan PKPA Internet freedom dan CLE Workshop lawyer dan calon lawyer tentang penanganan kasus kebebasan berekspresi di Intrernet. Pelatihan ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan keterampilan hukum peserta yang dapat digunakan oleh para lawyer dalam melakukan pembelaan terhadap kasus- kasus kebebasan berekspresi di internet.

PKPA Internet Freedom telah dilaksanakan pada tanggal 24 Februari 2018 di balai petiham joglo keadilan Bogor dengan diikuti oleh 23 peserta dari berbagai kalangan. Sedangkan Workshop kebebasan berekspresi untuk edvokat diadakan pada hari Rabu tanggal 16 Mei 2018 di hotel Grand Cemara, Jakarta Pusat. Dengan diikuti oleh 26 (dua puluh enam) pengacara dari wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Peserta terdiri dari pengacara komersial, pengacara NGO dan tim advokasi dari organisasi masyaralat sipil.

Pendidikan berkelanjutan advokat atau CLE Workshop ini bertujuan:

  1. Untuk meningkatkan pemahaman advokat muda dan advokat magang terkait dengan norma-norma kebebasan berekspresi termasuk didalamnya terkait norma konstitusional hak kebebasan berekspresi dan pembatasan-pembatasan hak kebebasan berekspresi yang telah dituangkan ke dalam peraturan nasional.
  2. Untuk meningkatkan pemahaman advokat muda dan advokat magang terkait bukti elektronik dan argumentasi di pengadilan.
  3. Untuk berbagi pengalaman tentang praktik-praktik terbaik dan pelajaran berharga dalam advokasi/pembelaan hukum kasus-kasus kriminalisasi kebebasan berkekspresi di internet.

Sedangkan materi yang diberikan di dalam workshop adalah

Materi pertama membahas tentang norma-norma kebebasan berekspresi di indonesia, dari tataran hukum internasional yang sudah diratifikasi Indonesia, konvensi regional tentang hak asasi manusia, beberapa resolusi dan laporan hak asasi manusia, konstitusi indonesia dan undang-undang hak asasi manusia Indonesia.

Materi kedua membahas tentang pembatasan terhadap hak kebebasan berekspresi yang tercantum dalam konstitusi Indonesia dan beberapa undang-undang di bawahnya, spesifik pada undang-undang yang mengatur tentang pembatasan hak kebebasan berekpresi.

Materi ketiga membahas tentang bukti eletronik yang sah dipergunakan di pengadilan dan praktek implementasinya di pengadilan.

Materi keempat membahas tentang strategi pembelaan dan argumentasi pada proses peradilan berdasarkan praktek-praktek terbaik di pengadilan dan juga yurisprudensi putusan-putusan kasus kebebasan berekspresi di Internet. Seperti kasus Prita Mulya Sari, Ervani, Yusniar dan kasus-kasus serupa lainnya.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: